Dalam
kehidupan manusia terdapat 2 titik. Titik yang pertama, titik awal kehidupan
yaitu kelahiran manusia. Dan titik yang kedua, titik tujuan kehidupan yaitu kematian
yang berlanjut pada kehidupan akhirat. Dua titik tersebut disambungkan dengan
sebuah garis yang sering disebut garis eksistensi kehidupan. Garis eksistensi
kehidupan tersebut diartikan sebagai gambaran rentetan kegiatan yang berisi
dinamika kehidupan berupa perubahan dan perkembangan. Sehingga manusia selalu
berusaha mencerdaskan diri, yang sering kita sebut dengan proses pendidikan.
Pendidikan
dilakukan manusia sepanjang ia masih bernafas di bumi ini. Sehingga dalam
hadits disebutkan “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat”. Itu artinya
Islam mengajak kita untuk selalu menuntut ilmu demi tercapainya tujuan
kehidupan. Ilmu tersebut dapat kita dapatkan melalui proses pendidikan formal
maupun non formal.
Allah
telah berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 36.
wur ß#ø)s? $tB }§øs9 y7s9 ¾ÏmÎ/ íOù=Ïæ 4 ¨bÎ) yìôJ¡¡9$# u|Çt7ø9$#ur y#xsàÿø9$#ur @ä. y7Í´¯»s9'ré& tb%x. çm÷Ytã Zwqä«ó¡tB ÇÌÏÈ
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa, manusia
hendaknya bertanggung jawab atas segala perbuatan yang telah ia lakukan. Untuk
dapat bertanggung jawab, manusia memerlukan ilmu atau pengetahuan yang
merupakan hasil dari sebuah pendidikan. Allah SWT melarang kita untuk
menyatakan sesuatu yang kebenarannya tidak kita ketahui jelas. Ancaman bagi
orang tersebut adalah neraka.
Melalui pendidikan pula manusia dapat mengetahui
hikmah yang terkandung dari penciptaan alam semesta ini. Hingga ia dapat
memperlakuan alam dengan semestinya. Misalnya, ketika ia menempuh pendidikan di
bidang pertambangan. Maka ia mengerti apa yang seharusnya ia lakukan terhadap
macam-macam pertambangan di alam ini.
Dengan manusia yang bertanggung jawab dan
berpendidikan maka manusia akan dapat menjalani kehidupan dengan baik. Sehingga
ia dapat mencapai tujuan kehidupan dengan sebuah senyuman.
No comments:
Post a Comment