Monday, April 28, 2014

Pendidikan dan kehidupan

Dalam kehidupan manusia terdapat 2 titik. Titik yang pertama, titik awal kehidupan yaitu kelahiran manusia. Dan titik yang kedua, titik tujuan kehidupan yaitu kematian yang berlanjut pada kehidupan akhirat. Dua titik tersebut disambungkan dengan sebuah garis yang sering disebut garis eksistensi kehidupan. Garis eksistensi kehidupan tersebut diartikan sebagai gambaran rentetan kegiatan yang berisi dinamika kehidupan berupa perubahan dan perkembangan. Sehingga manusia selalu berusaha mencerdaskan diri, yang sering kita sebut dengan proses pendidikan.
Pendidikan dilakukan manusia sepanjang ia masih bernafas di bumi ini. Sehingga dalam hadits disebutkan “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat”. Itu artinya Islam mengajak kita untuk selalu menuntut ilmu demi tercapainya tujuan kehidupan. Ilmu tersebut dapat kita dapatkan melalui proses pendidikan formal maupun non formal.
Allah telah berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 36.
Ÿwur ß#ø)s? $tB }§øŠs9 y7s9 ¾ÏmÎ/ íOù=Ïæ 4 ¨bÎ) yìôJ¡¡9$# uŽ|Çt7ø9$#ur yŠ#xsàÿø9$#ur @ä. y7Í´¯»s9'ré& tb%x. çm÷Ytã Zwqä«ó¡tB ÇÌÏÈ  
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa, manusia hendaknya bertanggung jawab atas segala perbuatan yang telah ia lakukan. Untuk dapat bertanggung jawab, manusia memerlukan ilmu atau pengetahuan yang merupakan hasil dari sebuah pendidikan. Allah SWT melarang kita untuk menyatakan sesuatu yang kebenarannya tidak kita ketahui jelas. Ancaman bagi orang tersebut adalah neraka.
Melalui pendidikan pula manusia dapat mengetahui hikmah yang terkandung dari penciptaan alam semesta ini. Hingga ia dapat memperlakuan alam dengan semestinya. Misalnya, ketika ia menempuh pendidikan di bidang pertambangan. Maka ia mengerti apa yang seharusnya ia lakukan terhadap macam-macam pertambangan di alam ini.
Dengan manusia yang bertanggung jawab dan berpendidikan maka manusia akan dapat menjalani kehidupan dengan baik. Sehingga ia dapat mencapai tujuan kehidupan dengan sebuah senyuman.


No comments:

Post a Comment